Sabtu, 20 Desember 2008

Analisis persepsi nasabah terhadap bank dan produk taplus serta implikasinya terhadap strategi penghimpunan dana: studi kasus pt bank negara indonesia

Persepsi nasabah merupakan suatu pengolahan informasi yang diterima nasabah dalam bentuk stimulus melalui pancaindera. Stimulus yang diterima dimulai dari tahap pemaparan, perhatian dan pemahaman. Nasabah yang telah memiliki persepsi yang baik terhadap kinerja bank pada umumnya akan menggunakan produk dan jasa layanan bank tersebut walaupun dihadapkan pada banyak alternatif kinerja dan produk bank pesaing yang menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dipandang dari berbagai sudut atributnya.
Manajemen BNI Kantor Cabang Utama Bogor membutuhkan informasi yang memadai mengenai pasar untuk mengambil keputusan dan kebijakan, antara lain minat nasabah dalam memilih bank dan produk tabungan. Pemahaman atas perilaku nasabah tersebut dapat membantu perusahaan dalam mengukur apakah strategi perusahaan yang selama ini dijalankan telah tepat.
Salah satu hal yang dapat menunjukkan bahwa strategi pemasaran tabungan yang dilakukan BNI KCU Bogor berhasil dengan meningkatnya penghimpunan dana, khususnya produk tabungan.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis persepsi nasabah dengan cara mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah terhadap bank dan produk tabungan BNI KCU Bogor dan menganalisis serta merumuskan strategi produk tabungan BNI KCU Bogor yang tepat dalam upaya meningkatkan penghimpunan dana.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden BNI dan responden bank pesaing, antara lain Bank MANDIRI, BRI dan BCA. Jumlah responden sebanyak 100 responden dan 90 responden bank pesaing. Atribut yang dianalisis untuk kinerja meliputi atribut reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible. Sedangkan analisis minat nasabah dalam memilih bank dan produk tabungan juga dipengaruhi oleh atribut bank dan atribut produk tabungan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mempergunakan analisis importance performance yang hasilnya digambarkan dalam sebuah diagram kartesius yang terdiri atas empat kuadran, kuadran I pertahankan prestasi, kuadran II berlebihan, kuadran III prioritas rendah dan kuadran IV prioritas utama, analisis thurstone, analisis citra serta analisis tabulasi silang dan uji Chi square antara faktor demografi dengan rata - rata pengendapan saldo tabungan
Dari hasil analisis performance dan importance dari keseluruhan parameter menunjukkan parameter tangibles untuk atribut ATM mempunyai berbagai fungsi merupakan atribut yang dianggap penting, tetapi kinerja bank tidak menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan nasabah. Atribut yang menjadi prioritas utama dalam memilih bank secara berurutan lokasi bank dekat dengan rumah dan kantor; fasilitas ATM; kredibilitas bank; keamanan investasi; popularitas; pelayanan; keramahan petugas; ketertiban antrian; jam/hari buka dan kenyamanan gedung. Sedangkan prioritas utama nasabah dalam memilih produk tabungan di bank secara berurutan, yaitu atribut kemudahan menarik/menyetor; fasilitas teknologi on line/atm, multiguna; hadiah dan bonus; suku bunga tabungan. Dibandingkan dengan Bank MANDIRI, BCA dan BRI, BNI memiliki keunggulan dari atribut bank, lokasi bank; popularitas, ketertiban antrian, keamanan investasi, kredibilitas bank, sedangkan dari atribut tabungan, BNI unggul dalam atribut multiguna, namun sesuai minat nasabah manajemen bank harus segera untuk membenahi untuk atribut produk tabungan, kemudahan menarik/menyetor; fasilitas teknologi on line/ATM; hadiah dan bonus serta suku bunga tabungan yang masih kalah bersaing dengan BCA. Kemudian dari hasil penelitian dengan menggunakan tabulasi silang dan kriteria uji Chi square, ternyata terdapat keterkaitan antara pendidikan responden, penghasilan responden dan kepemilikan rekening bank lain dengan rata-rata pengendapan saldo tabungan di BNI KCU Bogor.
Implikasi Manajerial pengembangan strategi penghimpunan dana tabungan dengan menetapkan target pasar dari segmen produk tabungan, pria & wanita, usia antara 21 - 40 tahun; pendidikan SMA s/d Sarjana; karyawan swasta dan wiraswasta; pendapatan berkisar Rp. 1.000.001,- s/d. Rp. 7.000.000,- status pernikahan menikah, jangka waktu menjadi nasabah 2 tahun, 3 tahun, lebih besar 3 tahun; rata-rata saldo tabungan per bulan Rp.150.001 - Rp.1.000.000, Rp.1.000.001 - Rp.10.000.000. Alternatif strategi yang tepat bagi manajemen perusahaan dalam rangka meningkatkan penghimpunan dana, khususnya produk tabungan strategi produk dan strategi lokasi dengan memberdayakan keberadaan teknologi, yaitu fungsi ATM dan jaringan on line. Diharapkan manajemen BNI dapat melakukan penyesuaian terhadap strategi pemasaran yang tepat, efisien dan terfokus sehingga dapat mengena sasaran yang dituju dan sesuai dengan karakteristik responden sehingga dapat meningkatkan penghimpunan dana, khususnya dana tabungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar